Tim Prabowo Bantah Rencana Naikkan Rasio Utang Jadi 50% dari PDB

  • Whatsapp
Presiden terpilih Prabowo Subianto saat menghadiri konferensi keamanan the Shangri-La Dialogue di Singapura, 1 Juni 2024. (Foto: Edgar Su/Reuters)

Presiden terpilih Prabowo Subianto tidak punya rencana untuk mengerek rasio utang menjadi 50% terhadap produk domestik bruto (PDB). Reuters melaporkan hal itu mengutip pernyataan oleh Thomas Djiwandono, politisi Partai Gerindra, yang memimpin diskusi fiskal antara tim ekonomi Prabowo dan Kementerian Keuangan pemerintahan saat ini.

Pernyataan tersebut membantah laporan sebelumnya yang merugikan mata uang rupiah dan pasar obligasi.

Bacaan Lainnya
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Thomas mengatakan kepada Reuters bahwa Prabowo belum menetapkan target apa pun untuk tingkat utang dan akan mematuhi batasan hukum terkait metrik-metrik fiskal.

Nilai tukar rupiah turun 0,9% dan bagi hasil (yield) obligasi pemerintah bertenor 10 tahun melonjak pada Jumat (14/6). Imbas pada rupiah dan yield obligasi sebagian karena kekhawatiran mengenai kondisi fiskal setelah Bloomberg melaporkan Prabowo ingin menaikan rasio utang-terhadap-PDB secara bertahap menjadi 50% dari saat ini 40% selama masa jabatan lima tahunnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *