> “Keberhasilan pengamanan ini adalah buah dari kerja keras rekan-rekan semua. Tetap jaga stamina dan semangat, karena kepercayaan masyarakat terhadap Polri dibangun dari momen-momen seperti ini,” tegas Kompol Teguh Wiyono di hadapan pasukan.
Festival Pacu Jalur bukan sekadar perlombaan, tetapi merupakan simbol warisan budaya masyarakat Kuansing yang telah berusia lebih dari satu abad. Karena itu, pengamanan tak hanya bersifat teknis, namun juga mengandung misi pelestarian nilai budaya. Kompol Teguh bersama jajaran kepolisian tidak hanya bertindak sebagai pengaman, tetapi juga menjadi penjaga marwah tradisi lokal.
Kapolres Kuansing, AKBP Angga F. Herlambang, S.I.K., S.H., dalam keterangannya juga memberikan apresiasi tinggi terhadap kinerja Kompol Teguh dan seluruh personel Polres. Ia menyebut peran Kabag Ops sangat sentral dalam memastikan stabilitas situasi selama festival, mengingat tingginya antusiasme dan potensi kerawanan yang ada.








