Tanggul Bengawan Solo di Dusun Sepreh Mangkrak Sejak 2011, Warga Was-Was Terhadap Ancaman Banjir dan Longsor

  • Whatsapp

TUBAN | DN – Warga Dusun Sepreh, Desa Selopuro, Kecamatan Pitu, Kabupaten Ngawi, masih terus menghadapi ancaman banjir dan longsor akibat kondisi tanggul Sungai Bengawan Solo yang tak kunjung diperbaiki. Sejak mengalami kerusakan pada tahun 2011, tanggul tersebut dibiarkan dalam keadaan mangkrak tanpa perhatian serius dari pihak berwenang, meski telah berkali-kali diajukan permohonan perbaikan.

Kepala Desa Selopuro, Sunarno, mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengajukan proposal resmi kepada Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo sebagai instansi yang bertanggung jawab terhadap pengelolaan dan perbaikan infrastruktur sungai. Namun, meski pihak BBWS telah melakukan survei lapangan, hingga kini belum ada langkah konkret untuk memperbaiki tanggul yang rusak tersebut.

Bacaan Lainnya
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Kerusakan tanggul tidak hanya menjadi isu administratif yang terabaikan, tetapi juga berpotensi menyebabkan bencana bagi warga sekitar. Setiap kali curah hujan tinggi, banjir musiman yang terjadi terus menggerus tanah di sekitar tanggul. Jika dibiarkan lebih lama, longsor yang memutus akses jalan desa serta mengancam keselamatan warga bisa menjadi kenyataan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *