Vivin mengaku hanya memfasilitasi atau meringankan agar tidak jauh jauh membeli seragam sekolah di pasar. Bahkan dirinya mencontohkan ada dua orang mengalami kecelakaan lalu lintas lantaran membeli seragam di lokasi jauh.
“Dua kali ada kecelakaan karena memang pembelian seragam. Dua orang Pegiringan, malah yang menangani suamiku pas itu anaknya meninggal,” ucap Vivin yang mengaku Suaminya sebagai anggota Kepolisian.
“Itu kan mempermudah masyarakat sini barangkali ada yang lebih dekat kenapa tidak. Jadi tidak memfokuskan semua ke BUMDes,” timpalnya.
Sebelumnya, salah satu orang tua atau wali murid SMPN 2 Bantarbolang mengadu adanya arahan pembelian kepada murid untuk membeli seragam sekolah ke BUMDes Bina Usaha Mandiri.








