Ia menambahkan kenaikan signifikan harga tanah ini dari sebelumnya kisaran Rp 750 ribu hingga Rp 1 juta per meter, kini mencapai Rp 1 juta 500 ribu hingga Rp 2 juta per meter.
“Tentunya kenaikan tersebut akan membangkitkan geliat ekonomi di daerah kami, bahkan terlihat juga mulai ramai orang berjualan di wilayah kami,” jelasnya.
Untuk diketahui ruas jalan penghubung Desa Banjarsari – Damarsi, Kecamatan Buduran ini telah rampung di beton sepanjang 1.8 kilometer pada tahun 2023 lalu.
Dikonfirmasi terpisah, Kepala Desa Tulangan Kecamatan Tulangan Sutrisno juga mengatakan hal senada. Pasalnya, pasca betonisasi di wilayahnya yang dilakukan tahun 2023 lalu yaitu sepanjang 1.450 meter dengan lebar 4 meter untuk ruas jalan penghubung Desa Tulangan hingga Desa Medalem Kecamatan Tulangan berpengaruh juga terhadap harga tanah.
“Disini sama, sejak selesainya betonisasi di desa kami, juga memberikan efek kenaikan harga tanah yang cukup signifikan. Dulunya harga tanah di pinggir jalan cor ini sekitar Rp. 1,5 juta per meter, sekarang sudah mencapai Rp. 2 juta per meter,” ucapnya.
Sutrisno juga mengatakan tidak hanya harga tanah di depan jalan beton saja yang mengalami kenaikan. Namun juga tanah warga yang berada di belakang jalan beton. Kenaikannya juga sama. Sekitar Rp. 1 juta per meter. Jika dahulu warga menjualnya Rp. 1 juta per meter, sekarang menjadi Rp. 1,5 juta per meter.
“Dua tahun sebelumnya harga tanah warga yang ada di belakang sekitar Rp. 1 juta per meter, sekarang sudah mencapai Rp. 1,5 juta per meter, dulu antara tahun 2021 sampai 2022 pernah ada warga yang menawarkan per meter Rp. 1,5 juta namun pas deal-deal an kena Rp. 1 Juta per meter,”ujarnya.
Ia juga mengatakan kenaikan harga tanah juga akan berimbas pada pertumbuhan ekonomi di wilayahnya. Selain warganya, banyak warga pendatang yang menyewa lahan warga untuk membuka toko kelontong.








