Tabrakan Pesawat American Airlines dan Helikopter Militer, Puluhan Orang Diperkirakan Tewas

  • Whatsapp
FILE - Ketua Komnas HAM RI Perwakilan Papua, Frits Ramandey.(Foto: Frits Ramandey/koleksi pribadi)

Otoritas belum bisa mengonfirmasi berapa jumlah korban tewas dan apakah ada yang selamat karena masih fokus dengan upaya pencarian.

DN – Puluhan orang diperkirakan tewas setelah sebuah pesawat penumpang dan helikopter militer Amerika Serikat bertabrakan saat keduanya mendekati Bandara Nasional Ronald Reagan di Washington DC, Rabu (29/1) malam.

Bacaan Lainnya
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Tidak lama setelah menerima informasi insiden itu sekitar pukul 21.00, tim gawat darurat dengan puluhan kapal dan penyelam bekerja sepanjang malam di Sungai Potomac yang airnya keruh dan dingin. Potomac berlokasi dekat bandara tersebut. Puing-puing pesawat dan helikopter tampak di atas permukaan sungai.

Beberapa pejabat mengatakan tiga prajurit ada di dalam helikopter militer yang sedang melakukan latihan penerbangan itu. Sementara American Airlines mengatakan ada 60 penumpang dan empat awak di dalam pesawat yang sedang dalam penerbanban dari Wichita, Kansas, menuju ke Washington DC.

Fokus Utama Masih Operasi Penyelamatan

Dalam konferensi pers pada Kamis (30/1) dini hari, pihak berwenang belum dapat mengonfirmasi adanya korban tewas dalam insiden tabrakan itu. Mereka mengatakan fokus utama saat ini adalah melakukan operasi penyelamatan.

Kepala Satuan Pemadam Kebakaran Washington DC, John Donnelly, dalam konferensi pers bersama Wali Kota Muriel Bowser, mengatakan “belum tahu apakah ada korban selamat,” tetapi “kami sedang melakukan operasi penyelamatan.”

Donnelly menambahkan ada 300 personiel yang bekerja keras dalam situasi gelap dan sulit, dengan suhu air sangat dingin di kedalaman 2,5 meter di mana ditemukan puing-puing pesawat.

Pantauan tim VOA di sekitar sungai itu, ratusan personel dari tim gabungan Kepolisian Washington DC, pemadam kebakaran, pasukan Garda Pantai, hingga Biro Penyidik Federal (Federal Bureau of Investigation/FBI) dan Dewan Keselamatan Transportasi Udara (National Transportation Safety Board/NTSB) bekerja sama di lokasi kejadian.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *