Dwi juga menyoroti tantangan teknis lain seperti kontur tanah yang landai dan curah hujan ekstrem yang mencapai 114 mm dalam waktu tiga jam. Untuk mengantisipasi hal tersebut, dua pompa telah disiapkan oleh pemerintah pusat di wilayah Ketapang dan Siring.
“Meski sebagian besar sungai besar di Sidoarjo berada di bawah kewenangan pusat, kami tetap berkomitmen mendukung secara teknis agar banjir bisa diminimalkan,” jelasnya.
Dengan langkah konkret ini, pemerintah Kabupaten Sidoarjo berharap penanganan banjir bisa lebih terarah dan efektif, terutama di wilayah padat penduduk yang rentan terdampak. [Swd]








