Survei ini juga menyatakan mayoritas publik (86,5 persen) tahu program makan bergizi gratis yang merupakan janji kampanye paling menonjol pasangan Prabowo-Gibran. Sebanyak 77,6 persen responden setuju agar program itu dilaksanakan. Bahkan 66,1 persen responden percaya program makan bergizi gratis dapat mengatasi masalah gizi buruk.
Oleh karena itu pemerintah, kata Burhanuddin, perlu menyampaikan kepada publik bahwa program tersebut bukan sesuatu yang instan karena membutuhkan perencanaan, tata kelola, infrastruktur dan logistik yang baik. Jika program makan bergizi gratis berhasil diwujudkan maka tingkat kepercayaan publik pada Prabowo semakin menguat.
Keterbukaan Publik
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait mengatakan tingkat kepercayaan pada Prabowo sangat tinggi ini merupakan hal yang sangat penting. “Di sini adalah kesempatan untuk pemerintahan kabinet Merah Putih untuk melakukan hal-hal yang mendasar, yang fundamental kalau memang dirasakan ada yang perlu,” tuturnya.
Dia mencontohkan akan mengusulkan efisiensi dan keterbukaan publik, termasuk memberi kesempatan kepada whistle blower penyelewengan anggaran di kementeriannya.
Sementara Wakil Ketua MPR Lestari Mordeijat melihat hasil jajak pendapat itu sebagai bukti optimisme rakyat pada pemerintahan Presden Prabowo; “dan ini merupakan pijakan awal yang baik.” Namun dia mengingatkan ada sejumlah isu yang harus segera diperbaiki pemerintahan Prabowo ke depan.








