Survei Indikator: Berkat Program Populer, 79% Responden Puas dengan Kinerja Pemerintah Prabowo

  • Whatsapp
Para petugas sedang menyiapkan makanan di dapur untuk didistribusikan ke sekolah pada hari pertama pelaksanaan program makanan gratis di Jakarta, 6 Januari 2025. (Foto: Yasuyoshi CHIBA/AFP)

Lebih jauh Vermonte berharap program makan siang bergizi gratis sedianya tidak hanya dilihat sebagai suatu kegiatan makan siang saja, karena sebenarnya terkait dengan target pembangunan jangka panjang, yaitu untuk memenuhi gizi anak-anak.

“Mungkin hari ini masih dianggap sebagai program yang sifatnya peristiwa makan di sekolah, padahal dia adalah program pembangunan yang sifatnya multiyear. Dan juga dianggap sebagai program yang sifatnya struktural juga, karena di dalamnya ada tujuan-tujuan yang mau dicapai kan, tujuan-tujuan strategis dan juga ada prasyarat-prasyarat strategis struktural yang harus terjadi,” ujar Vermonte.

Bacaan Lainnya
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Indikator Lain

Sementara itu pakar hukum Universitas Al Azhar Indonesia, Suparji Ahmad, menilai ada banyak faktor yang dapat dijadikan indikator penilaian kepuasan kinerja pemerintah, seperti demokrasi, ekonomi, politik, budaya, dan hukum. Salah satu yang terpenting, menurutnya, adalah faktor penegakan hukum.

Kinerja di bidang penegakan hukum, ujarnya, akan sangat mempengaruhi pertumbuhan ekonomi maupun stabilitas politik dan demokrasi, yang berkontribusi pula terhadap kinerja kepuasan pemerintah di mata publik.

“Menjadi sangat rasional ketika kontributor utama tentang kepuasan kinerja presiden adalah faktor hukum. Baik kita bicara ekonomi, bicara demokrasi, bicara politik, akan sangat dipengaruhi dari piranti-piranti hukum itu,” tegas dia. [Red]#VOA