Tak berhenti di situ, Pemkot Surabaya juga menginisiasi 24 Kampung Kreatif dan 44 Kampung Tematik sebagai pusat pemberdayaan ekonomi lokal. Kampung-kampung ini terbagi dalam tiga kategori:
- Kampung Unggulan (21 lokasi), menonjolkan sektor ekonomi, budaya, pendidikan, hingga lingkungan.
- Kampung Wisata (17 lokasi), seperti Wethan Wonderland yang menggabungkan budaya lokal dan global.
- Kampung Ekologi (6 lokasi), seperti Kampung Tenggilis Mejoyo yang kreatif mendaur ulang tutup botol plastik.
Surabaya juga bersiap menjadi episentrum seni kontemporer nasional lewat ajang ARTSUBS 2025. Pameran yang digelar 2 Agustus–7 September mendatang itu akan memamerkan karya lebih dari 120 seniman lintas medium, dengan tema “Material Ways”. Event ini dirancang sebagai platform branding kota sekaligus ruang eksplorasi seniman muda.
Pemberdayaan ekonomi digital menjadi pilar lain dalam Inovboyo. Aplikasi E-Peken kini memperluas jangkauan UMKM, yang berkembang pesat dari kurang dari seribu pelaku pada 2019 menjadi 60.007 pada 2024.
Irvan memaparkan bahwa Surabaya juga tengah merancang Simpul Kreatif di 31 kecamatan, guna mendorong pertumbuhan industri kreatif berbasis komunitas. Fasilitas seperti co-working space dan creative hub turut disiapkan sebagai manifestasi aspirasi pemuda yang dihimpun melalui forum Cangkrukan Arek Suroboyo.








