| Faktor Pemicu Perceraian | Perkara Tahun 2025 | Perkara (Hingga Juli 2026) |
| Ekonomi | 1.216 | 551 |
| Perselisihan & Pertengkaran Berkelanjutan | 647 | 532 |
| Meninggalkan Salah Satu Pihak | 202 | 106 |
| Perselingkuhan / Zina | 159 | 81 |
| Perjudian | 108 | – |
Kerentanan Usia Produktif dan Ekspektasi Tinggi
Selain keterbukaan informasi, PA Lamongan mencatat adanya pergeseran pola pikir masyarakat terkait standar hidup (high class) yang tidak seimbang dengan realitas finansial. Fenomena ini paling banyak melanda pasangan dalam rentang usia 30 hingga 40 tahun, di mana kontrol emosional dinilai masih labil dan mudah terombang-ambing oleh tren di media sosial.
Kendati angka perkara tergolong tinggi, PA Lamongan tetap mengupayakan mekanisme mediasi secara optimal pada tahap awal persidangan guna memberi waktu pendinginan (cooling down) bagi kedua belah pihak.
“Jika kondisi masih emosional, kami berikan waktu bagi kedua pihak untuk berpikir jernih. Langkah mediasi ini terbukti masih efektif menekan perceraian dan membawa sebagian pasangan kembali bersatu,” tutup Mazir. [Bed]








