Wakil Bupati Tuban, Drs. Joko Sarwono, dalam sambutannya mengapresiasi capaian berbagai program yang telah dijalankan. Ia menyebut penurunan angka stunting menunjukkan hasil menggembirakan, dari 24,1 persen menjadi 11,3 persen. Tren perbaikan juga terlihat pada indikator kemiskinan, dengan jumlah penduduk miskin turun dari 171,2 ribu jiwa menjadi 168,9 ribu jiwa.
“Ini adalah pergerakan yang menunjukkan upaya bersama telah mulai membuahkan hasil nyata,” ujar Joko.
Selain itu, Wabup memaparkan kinerja ekonomi daerah yang terus meningkat. Pertumbuhan ekonomi Tuban pada triwulan I 2025 tercatat 4,11 persen, dan triwulan II mencapai 4,98 persen. Target 2026 diproyeksikan berada pada kisaran 5 hingga 5,3 persen. Menurutnya, pertumbuhan positif ini membuka peluang lebih besar untuk mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Wabup menekankan pentingnya data akurat sebagai dasar pengambilan keputusan. Ia memperkenalkan konsep pendataan berbasis posyandu yang akan mulai diterapkan pada awal 2026. Posyandu dipilih karena memiliki kedekatan langsung dengan masyarakat, dan akan mencakup enam layanan dasar serta tambahan urusan pertanian, UMKM, dan ketenagakerjaan.
“Kalau datanya kuat sampai tingkat keluarga, intervensi kita akan lebih tepat dan hasilnya bisa langsung dirasakan,” tegasnya.
Pendekatan ini menempatkan keluarga sebagai pusat intervensi dengan dua fokus utama: peningkatan pendapatan dan pengurangan beban pengeluaran melalui layanan dasar. Pemerintah daerah juga menyiapkan sistem aplikasi terpadu untuk memperkuat tata kelola data.








