LAMONGAN | MDN – Masa libur sekolah yang bertepatan dengan jeda operasional program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta Sistem Penyediaan Pangan Gratis (SPPG) membawa napas lega bagi masyarakat dan pedagang pasar tradisional. Melimpahnya pasokan di tingkat pengecer pasca-berhentinya permintaan masif dari dapur-dapur program tersebut membuat harga sejumlah komoditas sayuran kembali stabil.
Pantauan di beberapa pasar tradisional menunjukkan pergeseran harga yang signifikan. Salah satu yang paling mencolok adalah komoditas selada. Sempat melambung hingga menyentuh angka Rp60.000 hingga Rp70.000 per kilogram saat program MBG berjalan intensif, kini harga selada telah melandai ke kisaran Rp30.000 hingga Rp35.000 per kilogram.
Tidak hanya selada, penurunan harga yang drastis juga dirasakan pada komoditas sayuran hijau lainnya seperti brokoli, kembang kol, dan pokcay. Normalisasi harga ini disambut baik oleh para pedagang kecil yang sebelumnya sempat kesulitan menjaga daya beli pelanggan akibat tingginya modal belanja.
Kementerian Perdagangan mengakui bahwa fenomena ini memberikan dampak positif bagi stabilitas harga di tingkat konsumen. Berhentinya permintaan dalam skala besar dari sektor food supply MBG secara otomatis mengalihkan pasokan kembali ke pasar umum, sehingga kesetimbangan antara penawaran dan permintaan tercapai kembali.
Bagi masyarakat umum, penurunan harga ini menjadi momen yang dinanti, terutama di tengah kebutuhan belanja harian yang meningkat. “Tentu kami bersyukur, harga jadi kembali masuk akal dan tidak memberatkan lagi,” ungkap salah seorang warga yang ditemui di pasar.
Meski demikian, fluktuasi harga ini menjadi catatan penting bagi para pemangku kebijakan dalam menjaga ritme pasokan pangan. Koordinasi antara distributor dan penyedia program bantuan pemerintah ke depannya diharapkan dapat meminimalisir lonjakan harga yang mendadak, sehingga stabilitas pangan tetap terjaga baik saat program berjalan maupun saat masa jeda. [Red]








