Menurutnya, tim tersebut nantinya bukan hanya berasal dari kelompok ahli hukum, namun juga pakar yang berkaitan dengan demografi serta investigasi forensik untuk melihat seluruh proses pemilu ini dengan seksama.
PDI Perjuangan, kata Hasto, mencermati adanya disain kecurangan pemilu yang bersifat dari hulu sampai ke hilir. Pihaknya juga menduga ada sebuah anomali dalam pemilu 2024 kali ini. Ia mencontohkan perbedaan perhitungan di dalam dan luar negeri.
“Di luar negeri mencerminkan tidak ada operasi bansos, intimidasi, dan keterlibatan institusi negara sehingga warga negara bisa sampaikan pilihan secara jernih. Berbeda dengan dalam negeri karena hulu ke hilir terjadi persoalan serius,” ujarnya.
“Kita melihat anomali dalam demokrasi kita saat ini. Ada sisi sisi gelap kekuasaan yang bekerja. Sehingga dalam konteks ini apa yang terjadi membangunkan spirit bagi PDIP dengan seluruh kader untuk buka berbagai anomali yang sentuh legitimasi dari Pemilu,” tambahnya.
“Kami melihat nampak adanya fenomena over shooting. Jadi kalau berburu itu tembaknya berlebihan di situ. Ini pernah terjadi di Timor-Timur pada pemilu tahun 97. Ketika suatu operasi masif dilakukan, maka sampai rezim penguasa saat itu kaget, karena partai penguasa saat itu sampai mendapatkan hampir 100%. Bahkan upaya untuk mendapatkan 7-8% itu pun menunjukkan suatu overshooting,” jelasnya.








