Ia menegaskan bahwa karakter anak merupakan investasi jangka panjang dalam menyongsong Indonesia Emas 2045. Oleh karena itu, diperlukan kolaborasi antara orang tua, sekolah, lingkungan masyarakat, dan media dalam membentuk generasi yang cerdas dan berakhlak.
“Setiap anak saat ini sudah akrab dengan gadget. Tugas kita adalah memastikan mereka memanfaatkannya dengan bijak dan produktif, seperti yang telah mulai diterapkan di SMP Negeri 1 Lamongan,” tambahnya.
Sementara itu, Staf Ahli Kemendikdasmen, Biyanto, menggarisbawahi bahwa Artificial Intelligence (AI) bukan sekadar tantangan, tetapi juga peluang besar bagi dunia pendidikan.








