“Harga kebutuhan pokok sekarang naik lagi, Pak, soalnya MBG sudah buka lagi. Kalau gini terus, kami masyarakat desa sangat terbebani, Pak. Saya harap pemerintah bisa memberikan solusi biar harganya gak naik terus,” tutur Rasemi sembari menata barang belanjaannya.
Secara konsep nasional, MBG dirancang untuk menyerap panen peternak lokal dan membuka lapangan kerja. Namun, realita di lapangan menunjukkan tantangan besar pada tata kelola rantai pasok. Tanpa pemetaan kuota yang presisi dan intervensi harga yang memadai, lonjakan serapan bahan baku untuk program skala besar ini berisiko mengganggu pasokan pasar reguler.
Kini, masyarakat Kedungpring hanya bisa berharap pemerintah daerah maupun pusat segera hadir membawa solusi konkret—entah melalui operasi pasar murah, penataan rantai distribusi, atau intervensi pasokan—agar program gizi anak sekolah tetap berjalan tanpa harus membebani dapur warga sekitar. [Sat]








