Ketua PSHT Rayon Kedungbulu, Sundriyo, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar rutinitas, melainkan wujud nyata kepedulian sosial.
“Di bulan penuh berkah ini, berbagi takjil menjadi lebih bermakna. Kami ingin memastikan bahwa nilai persaudaraan benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” ujarnya.
Takjil yang disiapkan tidak hanya dibagikan di lokasi acara, tetapi juga diantarkan langsung ke rumah-rumah warga Dusun Kedungbulu. Langkah ini dilakukan agar bantuan dapat segera dimanfaatkan untuk berbuka puasa sekaligus membantu kebutuhan menjelang Idul Fitri.
Agustriono, jurnalis sekaligus anggota PSHT, menilai kegiatan ini memiliki nilai sosial yang tinggi.
“Berbagi takjil bukan hanya soal makanan, tetapi pesan bahwa kita adalah satu keluarga besar yang saling peduli. Ini bukti nyata peran organisasi dalam memperkuat solidaritas masyarakat,” katanya.
Rangkaian acara ditutup dengan doa bersama, mencerminkan harapan agar Ramadan membawa keberkahan dan Idul Fitri menjadi momentum memperkuat persaudaraan.








