Selain kualitas aspal, Mimik menyoroti sistem drainase yang dinilai belum berfungsi optimal. Ia menemukan sejumlah saluran air tertutup urukan maupun pengecoran tanpa memperhatikan jalur aliran. Menurutnya, kondisi tersebut dapat memicu genangan dan banjir. “Pembangunan jalan harus terintegrasi dengan perencanaan saluran air. Jika drainase tidak berfungsi, jalan yang bagus pun akan cepat rusak,” tegasnya.
Wabup meminta pemerintah desa dan pihak terkait lebih serius dalam merencanakan infrastruktur, terutama saluran air. Ia menekankan perlunya perencanaan jelas mengenai arah aliran, panjang saluran, hingga titik akhir pembuangan. Masyarakat juga diingatkan agar tidak menutup saluran secara sembarangan, kecuali dilengkapi bak kontrol untuk memudahkan perawatan.








