Lebih lanjut Bupati Ngawi juga menegaskan dengan pelaksanaan lima hari belajar di sekolah yang kini sudah diterapkan, setidaknya bisa lebih optimal dan baik dalam menjalankan kegiatan ekstrakurikuler di sekolah.
“Peserta didik bisa lebih mendapatkan pendidikan karakter, mulai olahraga, ketrampilan, seni dan budaya. Ini membuat anak didik bisa memilih pada minat dan bakat untuk dikembangkan secara optimal. Hal itu juga bisa mereduksi ketergantungan pada gadget atau handphone,” lanjutnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Ngawi, Sumarsono, S.H., M.Si menjelaskan sejauh ini kekurangan tenaga pengajar masih terjadi lantaran purna tugas yang hampir setiap tahun mencapai 300 hingga 350 guru. Selain adanya perubahan status dari guru pengajar menjadi kepala sekolah, pensiun dini hingga meninggal dunia.







