LAMONGAN | DN — Polres Lamongan mengambil langkah proaktif dalam mengawal generasi muda di era digital dengan menggelar program pembinaan terpadu secara serentak. Fokus utama kegiatan ini menyasar pengenalan pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) secara bijak serta pencegahan kenakalan remaja di dua sekolah berbeda di Kabupaten Lamongan, Jumat (25/9).
Di SMKN 1 Lamongan, jajaran kepolisian memfokuskan agenda pada literasi teknologi masa kini. Sebanyak 350 siswa antusias mengikuti sosialisasi pemahaman AI yang dibagi ke dalam dua ruangan. Kegiatan ini dirancang interaktif, mulai dari pemaparan materi mendalam, sesi pretest dan posttest untuk mengukur pemahaman siswa, hingga ditutup dengan evaluasi bersama dua tim pemateri dari kepolisian dan dewan guru.
Secara paralel, langkah preventif terhadap moralitas siswa juga digelorakan di SMPN 1 Sambeng. Kapolsek Sambeng, IPTU Ridwan Hariyanto, S.M., bersama anggotanya memimpin langsung sesi penyuluhan mengenai bahaya kenakalan remaja di hadapan sekitar 200 siswa. Acara tersebut turut dihadiri oleh Kepala SMPN 1 Sambeng Karnadi, S.Pd., M.Pd., serta Bripka Mujiyanto.
Kasihumas Polres Lamongan, IPDA M. Hamzaid, S.Pd., menjelaskan bahwa langkah ganda ini merupakan bentuk komitmen Polri dalam membentengi pelajar dari dua tantangan utama zaman modern: disrupsi teknologi dan degradasi moral.
“Pelajar merupakan estafet kepemimpinan bangsa. Melalui program ini, kami ingin mereka tidak hanya cakap dan bertanggung jawab dalam memanfaatkan teknologi canggih seperti AI, tetapi juga memiliki ketahanan mental untuk menjauhi berbagai bentuk kenakalan remaja yang dapat merusak masa depan mereka,” ujar IPDA Hamzaid saat dikonfirmasi.
Melalui kegiatan edukasi berkelanjutan ini, Polres Lamongan berharap para pelajar mampu menjadi agen perubahan yang cerdas secara digital sekaligus berkarakter kuat. [NH]








