“Informasinya memang beberapa kawan OKP tidak sempat hadir karena ada kegiatan yang tidak bisa ditinggalkan. Bukan berarti mereka tidak menghormati momentum Sumpah Pemuda,” ujarnya saat dikonfirmasi wartawan.
Ia menyebut, realitas kehidupan pemuda saat ini cukup kompleks. Banyak aktivis organisasi yang tetap menjaga komitmen berorganisasi, namun di sisi lain harus mencari penghasilan untuk memenuhi kebutuhan hidup.
“Teman-teman OKP itu berorganisasi di Gowa, tapi urusan perut mereka bekerja di luar. Ini realitas pemuda hari ini. Jadi jangan buru-buru menilai bahwa mereka tidak peduli,” tegasnya.








