Selama kunjungan, siswa juga mendengarkan cerita mistis mengenai keris Sempono Sempaner yang konon sering membuka pintu dan berjalan sendiri. Cerita ini menambah suasana mistis yang membuat para siswa terkesima.
Daud Salepang, perwakilan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Ngawi, memberikan masukan agar setiap benda pusaka diberi nomor registrasi yang mencantumkan asal, jenis, kegunaan, dan filosofi benda tersebut.
“Hal ini penting agar pengunjung dapat memahami sejarah dan makna dari setiap benda pusaka yang ada,” katanya.








