“Kami hadir di tengah masyarakat pesisir untuk memberikan pelayanan, bantuan, serta edukasi agar nelayan senantiasa memperhatikan keselamatan saat melaut dan menggunakan alat tangkap yang tidak merusak ekosistem,” ujar AKP Nyoman Ardita.
Menurutnya, penggunaan alat tangkap ramah lingkungan seperti bubu merupakan langkah penting dalam menjaga keberlanjutan sumber daya laut. Selain itu, personel Sat Polairud juga menyampaikan informasi cuaca terkini yang dirilis oleh BMKG sebagai bentuk antisipasi dini terhadap potensi bahaya di laut.








