BOJONEGORO | DN – Sebanyak 2.100 anggota tetap Pimpinan Cabang (PC) Pencak Silat Nahdlatul Ulama (PSNU) Pagar Nusa Kabupaten Bojonegoro resmi dikukuhkan di GOR Sport Center Bojonegoro, Minggu (6/9/2026). Dalam momentum tersebut, Bupati Bojonegoro Setyo Wahono secara khusus menantang para pendekar untuk tidak hanya unggul dari segi kuantitas, melainkan juga mampu mendulang prestasi hingga merengkuh medali emas di ajang kejuaraan pencak silat.
Prosesi pembaiatan dan pengukuhan ribuan pesilat ini dipimpin langsung oleh Ketua PC Pagar Nusa Bojonegoro, Kyai Bisri Khoiron. Pembacaan ikrar tersebut disaksikan jajaran Pimpinan Pusat, Pimpinan Wilayah Pagar Nusa Jawa Timur, serta unsur Forkopimda Bojonegoro.
Dalam arahannya, Setyo Wahono mengingatkan seluruh anggota baru agar senantiasa menjunjung tinggi nilai-nilai akhlakul karimah. Ia menekankan bahwa Pagar Nusa memiliki rekam jejak sejarah yang kuat dengan dunia pesantren, semenjak didirikan oleh para kiai di Lirboyo, Kediri, pada 1986 demi mengawal agama dan keutuhan NKRI.
“Status sebagai anggota tetap membawa tanggung jawab moral untuk memelihara tali persaudaraan dan menjaga situasi daerah agar tetap kondusif,” ujar Setyo Wahono.
Bupati turut mengapresiasi peran aktif Pagar Nusa Bojonegoro dalam wadah ‘Bojonegoro Kampung Pesilat’ yang dinilai berhasil merawat keharmonisan serta mencegah potensi bentrok antarperguruan silat di wilayah setempat. Namun, ia mengingatkan agar potensi massa yang besar ini diimbangi dengan pembinaan atlet yang terarah.
“Jangan hanya banyak pendekarnya, tetapi prestasinya juga harus banyak. Saya harap Pagar Nusa bisa meraih medali emas,” tegas Bupati.
Mengakhiri sambutannya, Setyo Wahono berharap pengukuhan ini menjadi pemantik semangat bagi seluruh pendekar NU untuk terus memperkuat kebinekaan, menjaga persatuan bangsa, serta menjadi teladan positif di tengah kehidupan bermasyarakat. [J2]








