LAMONGAN | DN – Langkah kaki para pengurus Persatuan Jurnalis Indonesia (PJI) Kabupaten Lamongan tampak tak berhenti bergerak. Di tengah derasnya arus informasi digital yang kerap bercampur dengan kabar tak pasti, mereka memilih turun langsung membangun komunikasi dengan berbagai lembaga strategis di Kota Soto.
Usai memperkuat sinergi bersama DPRD, Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo), hingga Polres Lamongan, kali ini PJI Lamongan melanjutkan safari audiensi ke tiga institusi penting sekaligus, yakni RSUD dr. Soegiri Lamongan, Kodim 0812 Lamongan, dan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Lamongan.
Bukan sekadar kunjungan formal, safari tersebut menjadi bagian dari ikhtiar mempererat hubungan antarlembaga demi menghadirkan informasi publik yang sehat, edukatif, dan berbasis fakta bagi masyarakat Lamongan.
Pagi itu, suasana hangat terasa saat rombongan PJI Lamongan tiba di RSUD dr. Soegiri Lamongan. Di ruang humas rumah sakit milik pemerintah daerah tersebut, perbincangan mengalir santai namun penuh makna.
Kepala Bagian Humas RSUD dr. Soegiri Lamongan, Tadi, menyampaikan bahwa media memiliki peran penting dalam membantu rumah sakit memberikan edukasi kesehatan kepada masyarakat.
Menurutnya, di era digital seperti sekarang, masyarakat membutuhkan informasi yang benar dan dapat dipertanggungjawabkan, terutama terkait pelayanan kesehatan dan isu medis yang kerap memunculkan keresahan publik.
“Kami menyambut baik kehadiran PJI Lamongan. Sinergi seperti ini sangat penting agar informasi kesehatan dapat tersampaikan secara cepat, tepat, dan tidak menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat,” ujarnya.
Dari rumah sakit, perjalanan dilanjutkan menuju Markas Kodim 0812 Lamongan. Di lingkungan militer yang identik dengan disiplin itu, rombongan PJI Lamongan diterima oleh Peltu Siswanto.
Dalam suasana penuh keakraban, kedua pihak berdiskusi mengenai pentingnya publikasi program-program teritorial TNI yang selama ini bersentuhan langsung dengan masyarakat, mulai dari ketahanan pangan, bakti sosial, hingga kegiatan kemanusiaan lainnya.
Bagi PJI Lamongan, media tidak hanya bertugas menyampaikan informasi, tetapi juga menjadi jembatan antara program pemerintah dan masyarakat luas.
“Terima kasih atas kunjungan dari rekan-rekan PJI. Rencana sinergi dan kolaborasi ini akan kami koordinasikan dengan pimpinan untuk tindak lanjut ke depan,” kata Peltu Siswanto.
Menjelang siang, safari audiensi ditutup di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lamongan. Kehadiran pengurus PJI Lamongan disambut langsung Kepala Kantor Kemenag Lamongan, Dr. H. Mukhlisin Mufa, S.Ag., M.Pd.I., bersama sejumlah kepala seksi.
Di ruang kerja yang dipenuhi nuansa hangat tersebut, diskusi berkembang pada pentingnya pemberitaan yang menyejukkan di tengah kehidupan masyarakat yang majemuk.
Kepala Kemenag Lamongan menilai media memiliki tanggung jawab moral dalam menjaga harmoni sosial dan kerukunan umat beragama melalui penyampaian informasi yang objektif dan menenangkan.
“Kami berharap media, khususnya PJI Lamongan, dapat menjadi mitra strategis dalam menyebarluaskan informasi yang mencerahkan dan berbasis fakta. Banyak program Kemenag yang membutuhkan dukungan publikasi agar manfaatnya dirasakan masyarakat luas,” tutur Dr. Mukhlisin.
Safari audiensi itu seakan menjadi penegas bahwa kerja jurnalistik bukan hanya tentang menulis berita. Lebih dari itu, pers juga hadir sebagai penghubung, penyambung komunikasi, sekaligus mitra strategis dalam membangun daerah.
Melalui langkah sederhana dari satu kantor ke kantor lainnya, PJI Lamongan menunjukkan bahwa kolaborasi yang dibangun dengan ketulusan dapat menjadi fondasi kuat dalam menciptakan ruang informasi yang sehat, edukatif, dan membawa manfaat bagi masyarakat. [Bed]








