“Saya mohon maaf atas keterlambatan insentif guru TPQ. Ini akan menjadi atensi saya untuk segera ditindaklanjuti,” ucap Mimik dalam sambutannya.
Tak hanya itu, Mimik menyebut semangat para santri sebagai cermin ketulusan dan komitmen keislaman yang tinggi, bahkan menjadi refleksi bagi pemerintah untuk lebih aktif hadir dalam kegiatan-kegiatan keagamaan serupa.
“Kegiatan ini mengingatkan bahwa pemerintah tak boleh abai. Saya minta maaf karena undangan baru diterima mendadak. Namun ini menjadi pelajaran penting,” ujarnya.








