“Alhamdulillah hari ini, sebagai bagian dari tranformasi pertanian dari tradisional menjadi pertanian yang modern, kita menggunakan teknologi yang lebih maju dan banyak digunakan negara maju yaitu Drone Sprayer, dimana penyemprotan hama menggunakan drone dengan waktu rata-rata kurang lebih lima menit untuk 1 hektar sawah, sehingga lebih efisien”. Jelasnya.
Dikatakan pula, dengan penggunaan Drone Sprayer dapat lebih efisien dengan harga yang lebih murah dan waktu yang lebih cepat sehingga biaya produksi petani dapat lebih murah dan hasil pertanian lebih banyak dan menguntungkan.
“Disamping transformasi di bidang pertanian, irigasi pertanian yang mengaliri persawahan juga akan diperbaiki sehingga sawah yang panennya hanya sekali dalam setahun bisa menjadi 2-3 kali panen dalam setahun sehingga produksi beras di takalar semakin banyak dan swasembada pangan di takalar semakin cepat” Pungkas Bupati Takalar.








