“Saya harapkan para santri tetap berjuang, tentunya dengan kondisi sekarang. Seorang santri harus melanjutkan perjuangan sang kyai ketika sudah wafat. Santri masa kini punya tugas melanjutkan perjuangan para pendahulu,” jelas PJs Bupati Ngawi Ir. Tiat S. Suwardi, M. Si.
Di sisi lain pimpinan pondok pesantren Al-Hidayah Sondriyan Majasem kecamatan Kendal, KH.Khoirul Anam Mu’min, S.H.M.H.I berharap peringatan Hari Santri Nasional bisa memberikan bekal pendidikan karakter bagi para santri. Tidak sekedar memahami ilmu mengaji, namun juga mampu menghadapi permasalahan sosial dan cara penyelesaiannya.
“Dengan Hari Santri Nasional mari kita saling bahu-membahu membaca konteks sosial dengan mendidik para santri agar memiliki karakter emosional quisition dan intelektual quisition yang lebih besar,” ucap KH.Khoirul Anam Mu’min, S.H.M.H.I.








