Kerumunan ini ternyata adalah warga yang sedang bersiap untuk demonstrasi. Mereka menentang rencana pembangunan Tempat Pembuangan Sampah (TPS) di wilayah mereka.
“Kami menolak rencana pembangunan TPS. Kami memohon bahkan mengemis kepada pemdes, Dinas LH, dan Bupati untuk membatalkan rencana ini,” ujar Mukmin, warga Desa Purana di sela-sela kemacetan jalan tersebut.
Warga khawatir bahwa pembangunan TPS akan menyebabkan masalah kesehatan dan bau yang tidak sedap.
Selama aksi demonstrasi, mereka juga mengkritik sikap Kepala Desa Purana yang dianggap tidak tegas dan tidak berpihak kepada masyarakat.
Aspirasi warga dari kedua desa diterima di balai desa Purana. Beberapa perwakilan warga dan tokoh masyarakat mengadakan audensi untuk menyampaikan penolakan mereka terhadap rencana pembangunan TPA
Sopan, Kepala Desa Purana, menyatakan bahwa pihaknya tidak menolak pembangunan TPA tetapi hanya mengetahui saja.








