“Mudah-mudahan dia belajar, demikian juga orang-orang di sekelilingnya. Kalau dia mengeluhkan perekonomian, ya sudah, perbaiki kondisi ekonomi. Apa lagi coba janjinya? Menghentikan perang?” ungkap Riri saat dihubung VOA kembali, Rabu, setelah proyeksi kemenangan Trump.
Harapan yang Kandas
Sementara itu, ditemui sehari sebelum pemilu, Irma Brenneman, yang tinggal di Wellington, Palm Beach County, mengaku “merinding” membayangkan kepresidenan Trump. Irma adalah perwakilan kelompok Indonesia-Amerika pendukung Partai Demokrat di Florida selatan sejak 2016.
Ia merasa sudah saatnya Amerika memiliki presiden perempuan, yang akan memperjuangkan hak-hak perempuan, termasuk hak reproduksi.
“Belum pernah ada presiden perempuan (di AS), kan? Sedangkan Amerika itu kan negara besar sekali. Indonesia aja, yang mungkin sama besarnya, tapi kan merdekanya belum selama Amerika, tapi Indonesia punya presiden perempuan, Ibu Megawati. Terus negara kecil lain juga punya presiden perempuan,” ungkapnya.
Akan tetapi, berdasarkan penghitungan suara sementara dari proyeksi VOA, harapan Irma belum bisa terwujud.
Trump telah meraih suara elektoral minimal (270 suara elektoral) yang diperlukan untuk melenggang ke Gedung Putih. Dari tujuh negara bagian penentu yang diperebutkan kedua capres, empat di antaranya diproyeksikan dimenangkan oleh Trump.









