Setelah pengerjaan di Mojoruntut rampung, alat berat akan digeser ke titik lain yang sudah dijadwalkan. PUBMSA menargetkan normalisasi di empat lokasi tambahan, yakni Sungai Kacer Nguli di Desa Kedung Kembar, Afvoer Wilayut di Sukodono, pembersihan sampah rutin di beberapa aliran sungai, serta normalisasi di kawasan Kedondong, Tulangan. Langkah simultan ini diharapkan mampu menekan potensi banjir sekaligus menjaga kelancaran aliran air di musim penghujan.
Menariknya, hasil pengerukan sedimen tidak dibuang percuma. PUBMSA bersinergi dengan Kodim dan Koramil melalui program Karya Bakti TNI Terpadu (KDMP) untuk memanfaatkan sedimen sebagai bahan pengurukan. “Sedimen hasil normalisasi kami manfaatkan untuk menunjang pengurukan KDMP. Sinergi ini memberikan nilai tambah bagi masyarakat,” jelas Mahmud.








