Lebih lanjut, Khofifah menekankan perlunya kepemimpinan yang transformatif untuk menjawab tantangan global. Ia menyebut bahwa rektor tidak hanya berperan sebagai pemimpin, tetapi juga harus mampu membangun “super team” dan memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak.
“Unair telah mencapai posisi 308 dalam QS World University Rankings. Kini saatnya kita bersama-sama mendorongnya masuk 200 besar dunia. Ini bukan sekadar impian, tapi misi nyata yang harus dicapai,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua MWA Unair, Prof. Sunarto, menyampaikan harapan agar tren positif yang telah dibangun dapat terus berlanjut. Ia menyoroti perkembangan pesat Unair dalam satu dekade terakhir, yang telah naik dari peringkat 700-an hingga 300 besar dunia.
“Kita ingin Unair berada sejajar dengan universitas-universitas terbaik dunia. Ini adalah perjalanan yang harus terus kita lanjutkan,” katanya.








