“Itu Habib yang jelas tertulis dalam sejarah. Sekarang malah Imam Bonjol, Diponegoro malah diakui mereka sebagai Habib, Habib darimana, gak ada sejarahnya,” tegasnya.
Mahfud berharap, tindakan yang khurafat ini dicegah dan diakhiri, karena menimbulkan fitnah dan membodohi masyarakat, misalnya mendirikan kuburan yang tidak jelas asal usulnya, kemudian dikeramatkan oleh mereka, sebab sebelumnya ada fatwa dari Habib, bahwa Habib itu meskipun sudah meninggal bisa mendatangkan uang, agar orang berbondong-bondong datang ziarah.
“Kok ujung-ujungnya mengambil keuntungan dari para peziarah dengan menaruh kotak-kotak amal disitu untuk bersedekah, uangnya disetor kemana, ini kan gak bener,” bebernya.
Ia menegaskan, satu-satunya bangsa yang mengusir penjajahnya adalah orang Indonesia dan Bangsa Indonesia, Mahfud meminta agar Indonesia bersatu jangan membuat kasta-kasta, jangan ada muncul kelas-kelas sosial.








