Dari segi korban jiwa, tidak ada perubahan signifikan. Jumlah korban meninggal dunia tetap satu orang, sama seperti tahun lalu.
Namun jumlah korban luka ringan naik tipis dari 29 menjadi 30 orang.
Yang cukup mencolok, kerugian material justru meningkat menjadi Rp29,8 juta, dari sebelumnya Rp23,5 juta di tahun 2024.
“Jadi meskipun jumlah kasus turun, dampak ekonominya justru lebih tinggi,” lanjut AKP Bayu.
Data juga menunjukkan bahwa dari 20 orang yang terlibat dalam kecelakaan selama operasi, 8 di antaranya adalah pelajar.








