Tujuan utama dari operasi ini yang akan dilaksanakan selama 14 hari yakni 14-27 Juli 2025 mendatang, adalah untuk menurunkan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas, serta meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya keselamatan di jalan raya.
Adapun sasaran prioritas dalam operasi meliputi pengendara yang menggunakan ponsel saat berkendara, pengemudi di bawah umur, pengendara tanpa helm atau safety belt, berboncengan lebih dari satu orang, mengemudi dalam pengaruh alkohol, melawan arus, dan berkendara melebihi batas kecepatan.








