Paslon nomor 2 juga dikawal massa pendukungnya yang menumpangi sekitar 16 bus. Sedangkan paslon nomor 1 hanya dikawal sekitar 30 orang.
Kapolres Mojokerto AKBP Ihram Kustarto menjelaskan, pihaknya menerjunkan 250 personil gabungan polisi dan TNI untuk menjaga keamanan di lokasi debat.
Untuk mencegah gesekan, massa pendukung kedua paslon ditempatkan di lokasi berbeda.
Screening peserta yang diperbolehkan masuk ke ruang debat publik yakni dengan menunjukkan kartu pengenal yang sudah dibagikan oleh KPU Kabupaten Mojokerto.
“Karena maksimal 30 orang dari masing-masing paslon yang dibolehkan masuk ke arena debat,” terangnya, Selasa (19/11/2024).








