Menurutnya, kelangkaan yang dirasakan masyarakat lebih disebabkan oleh lonjakan permintaan yang signifikan menjelang Lebaran.
“Banyak warga membeli elpiji dalam jumlah lebih banyak dari biasanya karena kekhawatiran tidak mendapatkan pasokan saat hari libur,” ujarnya.
Menurut Bupati, warga yang biasanya beli satu tabung, jadi beli empat sampai lima tabung, karena takut pengecer tutup atau tidak sempat beli saat hari raya.
“Ini yang menyebabkan warga lain yang hanya punya satu tabung jadi kesulitan,” jelasnya.
Untuk mengantisipasi potensi penimbunan dan permainan harga di tingkat pengecer, pihak kepolisian dalam hal ini Polres Lumajang Polda Jatim akan meningkatkan pengawasan hingga ke lapisan bawah.
“Pak Kapolres sudah memerintahkan seluruh jajaran Polsek untuk melakukan pengecekan ke pengecer. Tidak boleh ada penimbunan dan tidak boleh menaikkan harga,” tegas Bupati.








