“ Polri bersama TNI dan instansi terkait siap menjalankan tugas pengamanan ini dengan melibatkan 141.605 personel gabungan secara nasional. Puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada 21 dan 28 Desember, sementara arus balik diprediksi pada 29 Desember dan 1 Januari. Operasi ini tidak hanya mencakup pengamanan, tetapi juga mitigasi risiko bencana,” ungkap AKBP Bobby.
Kapolres juga menekankan pentingnya koordinasi dengan semua pihak untuk memastikan kelancaran pelaksanaan kegiatan masyarakat.
Langkah antisipatif, seperti sterilisasi tempat ibadah, deteksi dini aksi teror, hingga penyiapan tim tanggap bencana, menjadi bagian dari strategi Operasi Lilin Semeru 2024.
Apel ditutup dengan pembacaan doa, penghormatan kepada pimpinan apel, dan penyampaian laporan penutupan.
Operasi Lilin Semeru 2024 diharapkan mampu menciptakan suasana kondusif selama perayaan Natal dan Tahun Baru di Kabupaten Lamongan. [ZN]








