Ketika ditanya oleh AFP, Kantor Kejaksaan Anti-Terorisme Nasional mengatakan bahwa mereka saat ini sedang mempertimbangkan apakah mereka akan menangani kasus ini.
Terjadi ketegangan di Prancis setelah serangan kelompok militan Palestina Hamas terhadap Israel pada tanggal 7 Oktober, diikuti dengan pengeboman Israel di Jalur Gaza.
Grafiti tangan merah yang dilukis di Monumen Holocaust Prancis awal pekan ini, memicu kemarahan termasuk dari Presiden Emmanuel Macron yang mengutuk “anti-Semitisme yang menjijikkan.”
Prancis dilanda serangkaian serangan Islamis sejak tahun 2015 yang juga menargetkan sasaran Yahudi. Terdapat serangan-serangan tersendiri dalam beberapa bulan terakhir dan kewaspadaan keamanan Perancis tetap berada pada tingkat tertinggi. [Red]#VOA








