Dalam pembubaran tersebut, petugas berhasil mengamankan dua remaja berstatus pelajar yang diduga terlibat dalam aksi tawuran ( MSM) dan (DNS), Keduanya langsung dibawa ke Mapolsek Cerme untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Selain itu, polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti berupa satu unit sepeda motor Yamaha Aerox dan sarung warna coklat yang telah dimodifikasi.
Pihak kepolisian berkoordinasi dengan perangkat desa serta memanggil orang tua dan pihak sekolah, dan selanjutnya memberikan pembinaan terhadap para remaja tersebut. Langkah ini diambil sebagai upaya pencegahan agar aksi serupa tidak kembali terjadi, khususnya selama bulan Ramadan yang rawan aksi kenakalan remaja.








