AKBP Yayuk juga menyampaikan sejarah Hari Ibu berakar dari Kongres Perempuan Indonesia Pertama tahun 1928 di Yogyakarta, yang menjadi tonggak lahirnya gerakan perempuan secara nasional dan kemudian ditetapkan melalui Keputusan Presiden Nomor 316 Tahun 1959.
“Perempuan bukan hanya penerima manfaat pembangunan, melainkan motor utama perubahan” ujar AKBP Yayuk.
Ia juga menegaskan bahwa nilai-nilai yang terkandung dalam peringatan Hari Ibu selaras dengan semangat pengabdian Polwan dalam mendukung tugas-tugas kepolisian yang humanis dan profesional.
“Peringatan Hari Ibu menjadi momentum refleksi bagi kita semua bahwa kemajuan bangsa tidak pernah terpisah dari kemajuan perempuan,” ujarnya.








