Darmawan memproyeksikan bahwa beban puncak kelistrikan nasional selama periode Nataru akan mencapai 39,2 gigawatt (GW) dengan daya mampu pasok sebesar 53,1 GW. “Kebutuhan listrik nasional diperkirakan sebesar 39 ribu megawatt (MW). Kami telah menyiagakan seluruh pembangkit listrik dengan total daya mampu pasok sebesar 53 ribu megawatt (MW). Artinya, dari sisi pasokan listrik sangat mencukupi,” jelas Darmawan.
Darmawan juga memastikan kesiapan PLN menghadapi tantangan cuaca ekstrem yang sering terjadi di akhir tahun. “Kami telah mengadopsi berbagai inisiatif mitigasi seperti penggunaan teknologi digital melalui protokol Anti Blackout, Smart Power Plant, dan sistem integrasi lainnya untuk mendeteksi dan menangani gangguan secara otomatis,” tambahnya.








