“Pelatihan ini tidak hanya memberikan wawasan kepada para kader, tetapi juga memperkuat kapasitas mereka dalam memberikan pengasuhan holistik dan berkelanjutan bagi anak-anak,” ungkap dr. Sriatun.
Ia juga mengajak peserta untuk memanfaatkan pelatihan ini sebaik mungkin agar ilmu yang diperoleh dapat diterapkan secara langsung di lingkungan masing-masing.
Selain meningkatkan pemahaman tentang pengasuhan anak, pelatihan ini juga bertujuan untuk membekali kader dengan pengetahuan seputar stimulasi, gizi, dan pola pengasuhan yang optimal. Harapannya, para kader mampu menjadi agen perubahan yang mengedukasi masyarakat tentang pentingnya peran keluarga dalam membina pertumbuhan dan perkembangan anak.








