“Tiangnya sudah berdiri kokoh, tetapi lampunya tidak menyala. Padahal keberadaan lampu jalan sangat penting untuk keselamatan pengguna jalan,” ujarnya.
Keluhan serupa juga disampaikan warga sekitar. Mereka menilai kondisi gelap di sepanjang jalur tersebut meningkatkan risiko tindak kriminal sekaligus memperbesar potensi kecelakaan lalu lintas.
Menurut warga, persoalan lampu jalan mati bukan terjadi dalam waktu singkat, melainkan sudah berlangsung cukup lama tanpa penanganan yang jelas dari instansi terkait.
Situasi diperparah dengan kondisi jalan yang saat ini masih dalam proses perbaikan. Beberapa titik masih ditimbun batu kerikil, terdapat lubang, serta permukaan jalan yang tidak rata. Kondisi itu dinilai semakin berbahaya ketika dilalui dalam keadaan minim penerangan.
“Jalan sedang diperbaiki, banyak kerikil dan lubang. Kalau malam hari sangat berisiko karena gelap. Kami berharap lampu jalan segera diperbaiki,” kata seorang warga.
Warga menyebut ruas Mantup–Balongpanggang selama ini dikenal sebagai salah satu jalur rawan kecelakaan. Karena itu, keberadaan penerangan jalan dinilai menjadi kebutuhan mendesak demi mengurangi risiko kecelakaan maupun aksi kejahatan.
Masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Lamongan melalui dinas terkait segera melakukan pengecekan serta mengaktifkan kembali seluruh PJU yang mati, agar fasilitas umum yang telah dibangun dapat berfungsi optimal dan memberikan rasa aman bagi pengguna jalan. [AT]








