Lebih lanjut, Kapolda Jatim Irjen Pol Imam Sugianto menyampaikan, Pilkada 2024 merupakan momentum yang sangat penting dalam perjalanan demokrasi di Indonesia.
Menurutnya Pilkada adalah bagian dimana akan menentukan arah pembangunan dan kepemimpinan daerah untuk 5 tahun mendatang.
Berdasarkan analisis kejadian menonjol pada Pilkada sebelumnya, Kapolda Jatim mengatakan di Jatim terdapat beberapa isu strategis yang bakal muncul.
“Isu itu diantaranya politik uang, netralitas ASN, serta penggunaan politik identitas yang disertai isu-isu dan hoax yang memicu polarisasi di tengah masyarakat,”ungkapnya.
Kapolda Jatim juga mengajak semua pihak mencermati potensi kerawanan pemilu tahap 2 pasca pendaftaran paslon.
Ia mengungkapkan terjadi peningkatan yang sangat rawan, yang mencakup 7 kabupaten /kota, diantaranya Bangkalan, Sampang, Pamekasan, Sumenep, Lamongan, Lumajang dan Jember, dengan skor YPKP lebih dari 9.7 persen.
“Namun demikian kita tidak boleh underestimate terhadap wilayah-wilayah lainnya karena berdasarkan hasil pemetaan kerawanan pilkada 2024 yang dikeluarkan Bawaslu RI provinsi Jatim masuk dalam 5 provinsi dengan kategori rawan pilih, dengan skor 13%,” ucap Kapolda Jatim.








