“Sebab, hingga saat ini proposal pengajuan pencairan Dana Desa di kabupaten Bojonegoro kalah jauh dengan Lamongan yang masih mondar mandir antar berkas dari desa ke kantor DPMD.
Sedang di Bojonegoro sudah berbasis teknologi atau online hanya upload pihak desa tinggal memantau pemberitahuan,” sebut Machmuddin.
Kepala DPMD Bojonegoro ini juga mengajak para sekretaris desa dari dua kabupaten yang hadir untuk selalu berbagi atau bertukar pengalaman dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsi.
“Kita juga bisa saling bertukar pengalaman dengan desa di wilayah kabupaten lain, agar bisa melakukan aktivitas pekerjaan secara efektif dan efisien,” tegasnya.
Lebih lanjut, Kepala DPMD Kabupaten Lamongan, Joko Raharjo menuturkan silaturahmi ini menjadi kegiatan yang sangat bagus. “Dan kami berharap, semacam ini tidak hanya dijadikan ajang untuk bertemu, bersilaturahmi, untuk memperpanjang usia, menambah rizki, tetapi bagaimana juga bisa dijadikan sebagai sarana berbagi pengetahuan dan ilmu”.
Joko Raharjo berharap dari kegiatan ini dapat menghasilkan hal positif bagi dua forum sekretaris desa. “Sehingga dapat saling mengadopsi potensi-potensi baik untuk dikembangkan di wilayah masing-masing”.
“Saling bersilaturahmi, mungkin hari ini di Bojonegoro, ke depan di Lamongan. Yang terpenting bisa memberikan manfaat yang sebaik-baiknya,” tutup Joko Raharjo. [Gihan].








