KPU Kota Kediri menyelenggarakan debat kedua ini sebagai bagian dari kampanye metode debat publik guna meyakinkan masyarakat Kota Kediri yang memiliki hak pilih untuk memilih calon pemimpin kota.
“Sehingga pada malam hari ini kita dapat hadir dalam forum yang penuh berkah ini, dan dapat melaksanakan debat publik kedua pasangan calon walikota Kediri,” terangnya.
Paslon nomor urut 01, Vinanda Prameswati dan KH Qowimuddin Toha (Gus Qowim), mengusung visi membangun Kota Kediri yang MAPAN (Maju, Agamis, Produktif, Aman, dan Ngangeni). Sementara itu, paslon nomor urut 02, Ferry Silviana Feronica dan Regina Nadya Suwono, fokus pada melanjutkan program-program unggulan seperti lanjutan Prodamas, program satu keluarga satu sarjana, serta inisiatif satu RT satu wirausaha baru.
Sementara itu, Calon Wakil Wali Kota Kediri nomor urut 1, KH. Qowimuddin menegaskan penolakan terhadap KKN dan menggarisbawahi pentingnya akuntabilitas dan transparansi dalam pemerintahan.
Menyikapi hal tersebut, Calon Wali Kota Kediri nomor urut 2, Ferry Silviana Feronica, mengklaim tingginya capaian angka bebas korupsi di Kota Kediri dan Indeks Pelayanan Kepuasan Publik yang tinggi.
Ketua KPU Kota Kediri juga mengingatkan masyarakat untuk tetap menjaga persatuan dan kesatuan, terlepas dari perbedaan pilihan politik. Reza menegaskan bahwa siapa pun yang terpilih nantinya adalah yang terbaik dan mengajak warga untuk kembali bersatu setelah pemilu demi masa depan Kota Kediri yang damai dan sejahtera.








