Gubernur Khofifah memberikan apresiasi atas inovasi digital yang diinisiasi jajaran Kanwil Imigrasi. Menurutnya, langkah ini sejalan dengan upaya Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam memperkuat sektor pariwisata internasional.
Ia menambahkan bahwa Bandara Internasional Juanda kini menjadi satu-satunya pintu masuk internasional di wilayah Jawa Timur, menyusul dicabutnya izin operasional 19 bandara internasional di Indonesia.
“Kami terus mendorong pembukaan direct flight dari dan ke berbagai negara. Kolaborasi seperti ini penting untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan asing,” kata Khofifah.
Pemprov Jatim juga menyatakan dukungan terhadap pengembangan pusat informasi multibahasa untuk wisatawan dan pelaku perjalanan di daerah, yang akan melibatkan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata.








