Gelombang tinggi bukan sekadar fenomena alam, tetapi juga ancaman nyata bagi nelayan tradisional Banyuwangi. Aktivitas melaut yang terganggu berpotensi menurunkan hasil tangkapan ikan, yang pada gilirannya memengaruhi rantai pasok pangan lokal.
Bagi nelayan kecil yang hanya mengandalkan perahu sederhana, gelombang setinggi 4 meter bisa berarti risiko keselamatan jiwa. “Kalau gelombang besar begini, kami lebih memilih tidak melaut. Tapi itu juga berarti tidak ada pemasukan,” ungkap salah satu nelayan di Kecamatan Pesanggaran.
BMKG juga mencatat bahwa musim hujan menambah kompleksitas kondisi laut. Malam hari berpotensi terjadi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang, disertai kecepatan angin maksimum mencapai 24 knot. Angin kencang ini memperbesar risiko bagi kapal nelayan maupun aktivitas transportasi laut lainnya.








