Haerudin menyayangkan sikap kepala puskesmas yang arogan. Ia yang merupakan pensiunan TNI AD menyatakan tidak pernah bersikap semena-mena terhadap anggotanya. “Saya pernah memimpin anggota di satuan, namun tidak pernah arogan terhadap anak buah. Bahkan yang melanggar pun saya hanya memberikan masukan yang pantas sesuai umur dan kategori orangnya. Apalagi istri saya sudah bekerja di PKM selama 33 tahun. Saya tahu kejadian ini dari cerita teman-teman istri saya,” jelas Haerudin.
Dia juga menuturkan bahwa istrinya diancam akan dipindah tugaskan, padahal tinggal 4 tahun lagi pensiun. “Saya masih menunggu itikad baik dari dr. Arvika untuk meminta maaf kepada saya dan istri saya, serta orang-orang yang mungkin pernah disakiti sebelumnya. Saat ini, istri saya masih pusing dan tensinya belum stabil. Jika terjadi sesuatu, saya tidak akan tinggal diam,” tegasnya.








